Selasa, 26 Juli 2016

Tips Mengobati Kurap Secara Alami

bangbaho.bloggspot.com
Hai ketemu nih dengan bang baho . Kali ini bang baho ingin berbagi artikel tentang Tips Mengobati Kurap Secara Alami.Oke langsung saja kita simak ya 
Kurap adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofit yang pada umumnya penyakit ini dapat menular. Penularan penyakit ini dapat terjadi dengan cara kontak langsung dengan manusia, hewan ataupun benda mati yang terkontaminasi oleh jamur penyebab kurap. Biasanya seseorang yang menderita penyakit ini memiliki gejala seperti kulit bersisik, jika mandi akan terasa perih, adanya peradangan pada kulit yang disebabkan oleh garukan, rasanya sangat gatal serta adanya lesi yang berbentuk bulat dengan pinggiran yang berisi air berwarna bening.
Jika pecah, air yang mengelilingi lesi tersebut dapat menyebabkan timbulnya lesi yang lain. Maka dari itu, seseorang yang menderita kurap sebaiknya segera mengobatinya agar tidak timbul cairan tersebut. Lantas bagaimana cara mengobati kurap itu sendiri? Berikut adalah cara mengobati kurap secara alami.

Tips  Mengobati Kurap Secara Alami


Cara Mengobati Kurap


Menggunakan Lidah Buaya

Selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut, manfaat lidah buaya juga dapat dgunakan untuk mengatasi penyakit kurap. Ini karena kandungan zat pada lidah buaya dapat membantu untuk melawan iritasi kulit yang disebabkan oleh ruam. Caranya pun cukup mudah, yaitu ambilah satu batang lidah buaya yang kemudian belah bagian batang tersebut menjadi dua bagian. Gosokkan lendir lidah buaya pada area kulit yang terinfeksi oleh jamur. Meskipun rasanya cukup perih, namun Anda harus menunggunya hingga kering agar kandungan lidah buaya dapat meresap. Setalah kering, Anda dapat membilasnya hingga bersih.


Bawang Putih

Cara mengobati kurap selanjutnya adalah menggunakan bawang putih. Seperti yang Anda ketahui, bawang putih merupakan salah satu bumbu dapur yang digunakan untuk campuran bahan masakan. Namun selain itu, bawang putih juga dapat mengatasi penyakit kurap. Bawang putih memiliki sifat anti-jamur di mana ini sangat bermanfaat untuk mengobati serta melawan jamur penyebab penyakit kulit. Yang perlu Anda lakukan untuk menggunakan bawang putih adalah tumbuk halus bawang putih kemudian oleskan pada kulit yang terinfeksi. Lakukan hal ini secara teratur meskipun sudah sembuh. Hal ini bertujuan untuk mencegah infeksi terjadi kembali.


Menggunakan Lengkuas

Bumbu dapur selanjutnya yang dapat Anda manfaatkan adalah lengkuas. Sama seperti bawang putih, lengkuas juga memiliki sifat anti jamur. Maka dari itu lengkuas sangat efekfit untuk mengatasi infeksi akibat jamur salah satunya yaitu kurap. Caranya yaitu, memarkan beberapa cm lengkuas kemudian tempelkan pada kulit Anda yang mengalami ruam. Tunggu beberapa saat kemudian bilaslah dengan menggunakan iar hangat.

Menggunakan Belerang

Belerang atau sulfur adalah salah satu bahan yang sudah dipercaya dalam menjaga kesehatan kulit. Belerang juga bermanfaat dan membantu tubuh untuk membunuh jamur serta bakteri penyebab penyakit. Caranya belilah belerang di toko obat, kemudian oleskan cairan belerang tersebut pada daerah yang diserang kurap. Diamkan hingga mengering kemudian bilas dengan bersih.
Demikianlah ulasan tentang tips mengobati kurap secara alami. Baca juga artikel menarik lainnya di bangbaho.blogspot.com
Oke sekian dulu sedikit ulasan dari bang baho , semoga artikel ini bermanfaat .

Sabtu, 02 Juli 2016

Perlu Kamu Ketahui Tips Mengatasi Gigitan Ular !!!

PERLU KAMU KETAHUI TIPS MENGATASI GIGITAN ULAR !!!

bangbaho.blogspot.com
Hai sobat ketemu dengan saya bang baho , kali ini bang baho mau berbagi artikel cara mengatasi gigitan ular siapa tau ntar ketemu ular di jalan atau dimana pun sobat bisa tau cara mengobati nya , eits bukan bermaksud mendoakan ya sobat ,, langsung saja ini dia 

untuk pertolongan pertama kita dapat melakukan beberapa hal berikut:
1. Tenang jangan  panik !!
2. Tidak terlalu banyak bergerak apalagi menggerakkan bagian tubuh yang kena gigitan ular
3. Sedapat mungkin mengidentifikasi jenis ular yg menggigit, kalau tahu nama sebenarnya akan jauh lebih membantu, kalaupun tidak jangan       dipaksakan mengejar ular tersebut nanti malah bisa digigit dua kali lagi
4. Jangan ditoreh/dilukai/dirobek
5. Diistirahatkan dalam posisi horizontal terhadap luka gigitan
6. Bila belum tersedia antibisa, ikatlah 2 ujung yang terkena gigitan. Tindakan ini kurang berguna jika dilakukan lebih dari 30 menit    paska gigitan.


Ada beberapa cara untuk mengobati gigitan ular, tergantung tingkat parah atau tidaknya gigitan.

1. Ambil sesendok minyak tanah dan sesendok minyak goreng, lantas suruh korban meminumnya. Minyak tanah dan minyak goreng berfungsi untuk menjadi tameng bagi jantung dan organ-organ penting dalam tubuh dari serangan racun bisa ular. Racun bisa tidak akan mampu menyerang jika tubuh diberi kedua cairan tersebut.
2. Ambil segenggam garam dan masukkan ke dalam air dalam sebuah gelas besar. Aduk air garam tersebut secukupnya. Buang ampas garam yang mengendap di dasar gelas. Terus air garam tersebut diminumkan kepada sang korban. Seperti halnya minyak tanah dan minyak goreng, air garam juga berfungsi sebagai anti toxin yang bisa melindungi jantung dan organ vital dari serangan racun bisa ular.
3. Jika korban digigit pada jam-jam berbahaya yang sudah dijelaskan di atas, maka cara yang cukup ampuh adalah dengan cara setrum. Dengan menggunakan accu kecil yang tidak berdaya listrik tinggi, tempelkan saja kabel negatif (-) dan positif (+) ke bekas gigitan. Awas, jangan sampai daerah yang bukan gigitan ikut tersetrum. Saat proses setrum berlangsung dan racun bisa disedot oleh listrik, sang korban tidak akan mengalami rasa sakit, paling akan merasa sedikit hangat. Jika bisa sudah habis disedot oleh listrik, korban pun akan merasa kesakitan. Saat itulah, proses setrum dihentikan segera agar tidak membahayakan korban.
4. Jika gigitan sudah terjadi lama dan sudah menimbulkan borok, maka cara yang digunakan adalah dengan proses pembakaran. Ambil tanah liat basah dan tempelkan ke daerah sekeliling bekas gigitan. Hal ini untuk melindungi daerah yang tidak terkena gigitan ular. Jika sekeliling daerah gigitan sudah terlindungi oleh tanah liat, baru kemudian dilakukan proses pembakaran. Ambil bara api secukupnya dan letakkan ke daerah gigitan. Jika bara api padam, nyalakan kembali. Saat racun bisa belum tuntas disedot oleh api, korban tidak akan mengalami rasa sakit atau panas. Namun jika sudah mulai terasa proses penyedotan berlangsung, korban akan mulai mengalami rasa hangat. Ketika racun bisa sudah habis tersedot, korban pun akan langsung merasa kepanasan. Saat itulah, proses pembakaran dihentikan.
Terkadang cara pembakaran ini harus memakan waktu dua hari. Hal itu terjadi karena gigitan yang sudah cukup lama, sehingga proses penyedotan tidak langsung selesai satu kali. Jadi, hari pertama dilakukan proses pembakaran. Keesokan harinya, hal pembakaran dilakukan kembali, sampai pasien betul-betul merasakan sakit sebagai pertanda bahwa racun bisa sudah habis tuntas disedot.
Bila tergigit ular yang berbisa tinggi
Efeknya berbeda beda sesuai jenis racun yang terkandung di dalam bisa ular.
Efek gigitan pada umumnya :
> Pembengkakan pada luka, diikuti perubahan warna
> Rasa sakit di seluruh persendian tubuh
> Mulut terasa kering
> Pusing, mata berkunang – kunang
> Demam, menggigil
> Efek lanjutan akan muntah, lambung dan liver (hati) terasa sakit, pinggang terasa pegal, akibat dari usaha ginjal membersihkan darah.
Penanganan jika tergigit dengan efek di atas:
*Posisikan bagian yang terluka lebih rendah dari posisi jantung
*Ikat diatas luka sampai berkerut. Setiap 10 menit, kendorkan 1 menit
*Buat luka baru deagn kedalam sekitar 1 cm dengan pisau, cutter, silet (yang disterilkan atau tidak, tergantung situasi). Buat luka pada mulai dari bagian atas, melalui lubang luka akibat taring. INGAT ! irisan luka baru jangan horisontal tetapi vertikal.
Keluarkan darah sebanyak mungkin dengan cara mengurut kearah luka baru. korban akan terasa sangat kesakitan, sehingga perlu dilakukan dengan hati – hati tetapi tetap berlanjut. Saat mengurut, ikatan dapat dikendorkan. Upaya pengeluaran dapat dibantu dengan alat khusus “snake bite”, alat suntik (tanpa jarum), batang muda pohon pisang, teknik menggunakan tali senar, dll….
tidak dianjurkan melakukan proses pengeluaran darah dan racun dengan menyedot melalui mulut. Karena itu sangat beresiko pada si penolong karena racun dapat mengkontaminasi mulut, gigi, gusi bahkan tertelan hingga lambung dan usus.
Proses itu dilakukan berulang –ulang hingga darah berwarna merah kehitaman dan berbuih keluar semua dan berganti dengan darah berwarna merah segar.
 Evakuasi korban. Bawa ke ahli ular untuk penanganan pengeluaran bisa ular lebih lanjut atau dapat pula dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan suntikan antivenom yang tepat. Usahakan mendapatkan antivenom monovalen sesuai karakter bisa ular yang menggigit (haemotoxin atau neurotoxin)

INGAT !
Tidak semua efek gigitan berbisa tinggi seperti diatas. Jika yang diserang hanya syaraf, maka tidak terjadi pembangkakan, demam, pusing, muntah dll. Penanganan gigitan ular welang, ular weling, ular laut, ular pudak seruni membutuhkan teknik khusus karena spesifikasi racunnya berbeda.
Tujuh
– Jangan beri minuman beralkohol
– Korban tetap berusaha untuk sadar
– Berikan semua jenis makanan dan minuman yang bergizi
– Jangan bergerak berlebihan, istirahat yang cukup
– segera evakuasi ke rumah sakit
Sekian dulu informasi dari bang baho , terima kasih atas kunjungannya semoga artikel ini bermanfaat